Re: demopost
<B> Cara Mengatasi Krisis Moral Generasi Muda Indonesia dengan
Pendidikan Karakter_ </B>Permasalahan yang terjadi final-selesai ini,
terutama terkait ken4kal4n cukup umur, mirip se*k*s bebas, na*rk0ba,
pergaulan bebas dan bu*llying kian meningkat. Tentunya, urusan ini
akan memengaruhi merostnya susila generasi muda, yang digadang-gadang
sebagai tonggak atau penentu era depan bangsa. Oleh alasannya itu,
dilema krisis akhlak harus segera diselesaikan dan dicegah sedini
mungkin salah satunya dengan pendidikan abjad.<BR><BR><B> Apa yang
kita maksud dengan agama Buddha? </B><BR> Moralitas adalah suatu
bentuk tindakan nyata yang berasal dari diri manusia dalam melakukan
tahapan sosialisasi dan hubungan dengan orang lain sesuai dengan
budaya dan nilai-nilai yang mengatur penduduk. Moralitas juga erat
kaitannya dengan nilai dan norma agama. <BR><BR> Moralitas sangat
penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, tanpa adab negara
dapat hancur karena korupsi, penggelapan, pembunuhan dan kejahatan
lainnya. Beberapa faktor menjadi akar dari krisis karakter generasi
muda saat ini. Berikut penjelasannya: <BR><BR><B> Faktor penyebab
terjadinya krisis moral generasi muda: </B><BR> <UL> <LI> Teknologi
canggih </LI> <LI> Hilangnya nilai-nilai agama dan keimanan. </LI>
<LI>Pengaruh lingkungan dan kebudayaan asing </LI> <LI>Tidak ada rasa
kejujuran </LI> <LI>Tidak ada rasa tanggung jawab </LI> <LI>Tidak
mempunyai aliran akan kurun depan </LI> <LI>Rendahya disiplin diri
</LI></UL> Setelah mengetahui berbagai aspek yang menyebabkan
terjadinya krisis karakter generasi muda sebelumnya, salah satu solusi
yang dapat diterapkan adalah dengan menerapkan pendidikan berbasis
huruf, khususnya bagi anak-anak sejak usia dini. <BR><BR> Literasi
adalah pendidikan <B> konsep adab, perilaku moral dan perilaku
karakter </B> . Berdasarkan ketiga konsepsi tersebut, pendidikan
huruf memahami bahwa abjad yang baik dapat diperoleh dan dipertahankan
dari pengetahuan tentang kebaikan, keinginan untuk berbuat baik, dan
pelaksanaan perbuatan baik. <BR><BR><B> Mengatasi Krisis Moral
Generasi Muda dengan Pendidikan Karakter </B><BR> <DIV class=separator
style="TEXT-ALIGN: center; CLEAR: both"><IMG title="Cara Mengatasi
Krisis Moral Generasi Muda dengan Pendidikan Karakter" border=0
alt="Cara Mengatasi Krisis Moral Generasi Muda Indonesia dengan
Pendidikan Karakter Cara Mengatasi Krisis Moral Generasi Muda dengan
Pendidikan Karakter"
src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2B8Bg81HDmG8kHHejF2F6gfGbbf15I2anhE1UKCgzqv8u6xF5ZjSXpUoi6nrdY2lysOgfmj8wKDHYjxRiPDDxynHLe1p8KdWSV_YrD-emT3J_ucUC1BfudmiTnATFiCrLcTe6ygBmqKA/s400/cara-mengatasi-krisis-moral-generasi-muda-indonesia-dengan-penerapan-pendidikan-karakter.jpg"
width=400 height=317 data-original-width="375"
data-original-height="298"></DIV> Dalam melaksanakan literasi tentunya
tidak lepas dari peran orang tua, pendidik/guru, masyarakat/lingkungan
dan pemerintah, sehingga ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan.
Apa pun? <BR><BR><B> 1. Aspek pendidikan orang tua </B><BR><BR> Orang
tua berperan penting dalam mendidik dan membimbing anak untuk memenuhi
keinginan dan keinginannya, untuk itu pendidikan alfabetis harus terus
ditanamkan, memberikan pemahaman kepada anak tentang nilai-nilai moral
sesuai dengan budaya bangsa seperti agama, jujur, toleransi,
disiplin, kerja keras. , inovatif, cinta tanah air, sadar lingkungan,
sosial dan bertanggung jawab. <BR><BR> Artikel terkait: 5 Nilai Inti
Karakter dalam Penguatan Pendidikan Karakter <BR><BR> Untuk itu
komunikasi yang baik harus terjalin, disamping pengawasan orang tua
harus selalu dilakukan, tetapi jangan sampai anak merasa kehilangan
privasi. <BR><BR> Pengawasan berarti memperhatikan dan menganalisis
perilaku anak, jika dirasa ada yang menyimpang dari perilaku anak,
maka tugas orang tua adalah mengingatkan dan mengarahkan anak sebelum
terlambat. <BR><BR> Selain itu, mengamati lingkungan sosial anak
sangat penting untuk menjadi perhatian orang tua, karena perkembangan
anak juga dipengaruhi oleh lingkungan dan pemilihan teman bergaul yang
baik. Yang paling mendasar dan penting adalah melatih pemahaman agama
untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan anak. <BR><BR><B> 2. Aspek
pendidikan (sekolah) </B><BR><BR> Sekolah menjadi sarana dan fasilitas
pendidikan yang sangat penting setelah peran orang tua sebagai guru.
Sekolah merupakan tempat untuk memperluas wawasan dan ilmu pengetahuan
dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga tugas pendidik sangat penting
untuk membuat peserta didik memahami pentingnya menggunakan ilmu
pengetahuan dan teknologi dengan benar. <BR><BR>Selain itu menerapkan
pendidikan abjad juga mampu dilaksanakan lewat metode pendidikan
terpadu di dalam kelas pada setiap mata pelajaran yang diajarkan,
artinya proses belajar mengajar tidak hanya dikerjakan melalui satu
arah sebatas guru terhadap murid, namun proses mencar ilmu yang turut
serta melibatkan murid dalam menuntaskan perkara atau duduk perkara,
dengan kata lain terjadi interaksi dua arah yang saling mensugesti
antara murid dan guru.<BR><BR> Hal ini berarti siswa dapat memiliki
pemahaman yang baik tentang apa yang dimaksud dengan literasi.
Penerapan kurikulum terpadu mengajak penerimanya untuk turut serta
memahami model pendidikan yang baik dan diajak untuk membimbing
tindakan. <BR><BR><B>3. Aspek Regulasi Pemerintah dan Hukum
</B><BR><B><BR></B> Akan sulit untuk berhasil mengatasi krisis moral
generasi muda tanpa tugas pemerintah untuk menegakkan hukum dan
melaksanakan program pendidikan yang baik. <BR><BR> Peran pemerintah
yang dimaksud adalah terus menerus memperbaiki kurikulum dan yang
lebih penting lagi adalah pemerataan pendidikan di seluruh tanah air.
<BR><BR>Dari sisi aspek aturan, pemerintah juga mesti turun tangan
dalam penegakan aturan mirip kasus k0rupsi, suap, dan tindak
kejahatan kr*iminal yang lain. Pemberian hukuman yang tegas dalam
menanggulangi setiap masalah tanpa memandang status, jabatan mesti
dilakukan pemerintah.<BR><BR> Tentu tidak mudah, untuk itu diperlukan
kesepakatan dan sanksi tegas dari pemerintah untuk menegakkan hukum
antar aparatur negara, misalnya dengan mencabut status jabatan atau
menjatuhkan sanksi yang berat. <BR><BR> Hal ini penting sebagai
pencegah mengingat semakin maraknya kerusuhan, konspirasi dan
nepotisme yang dapat menjadi contoh buruk bagi masyarakat dan turut
mempengaruhi karakter generasi muda dalam visi bangsanya. <BR><BR><B>
4. Menanamkan nilai moral dan agama </B><BR><B><BR></B> Dalam hal ini
diperlukan kerjasama semua pihak, orang tua, pendidik, pemerintah dan
semua sektor kependudukan untuk turut berkomitmen membudayakan adat
istiadat bangsa berdasarkan Pancasila untuk menciptakan kerukunan
hidup dan lingkungan beragama yang sesuai dengan karakter bangsa.
bangsa. <BR><BR>Setelah membahas beberapa penyelesaian dalam
memperbaiki akhlak generasi bangsa dengan pendidikan karakter, berikut
kami kupas juga terkait apa saja indikator kesuksesan dalam penerapan
pendidikan abjad. Nah berikut diantaranya:<BR> <UL> <LI> Generasi muda
dapat memahami kelemahan dan kelebihannya sebagai anugerah Tuhan yang
patut disyukuri. </LI> <LI>Adanya perilaku percaya diri </LI>
<LI>Menurunnya pelanggaran terhadap hukum sosial yang berlaku di
masyarakat </LI> <LI> Generasi muda mampu melahirkan fatwa yang logis
dan kreatif. </LI> <LI>Mampu memberikan kemandirian sesuai kesanggupan
yang dimiliki </LI> <LI>Mampu menunjukkan cara komunikasi yang bagus
dan santun </LI> <LI>Mampu menunjukkan rasa menghargai hak dan
kewajiban dalam bergaul di masyarakat </LI> <LI> Mampu menunjukkan
keterampilan mendengarkan dan kemampuan membaca, menulis, dan
berbicara </LI> <LI>Dan yang lebih penting diatas semuanya adalah
bagaimana pendidikan generasi muda mampu sejalan dengan impian
pendidikan Indonesia </LI></UL> Demikian pendapat yang dapat kami
sampaikan <B> bagaimana menghadapi krisis kebiasaan literasi generasi
muda. </B> Semoga bisa menjadi referensi yang bermanfaat. <BR>
Pendidikan Karakter_ </B>Permasalahan yang terjadi final-selesai ini,
terutama terkait ken4kal4n cukup umur, mirip se*k*s bebas, na*rk0ba,
pergaulan bebas dan bu*llying kian meningkat. Tentunya, urusan ini
akan memengaruhi merostnya susila generasi muda, yang digadang-gadang
sebagai tonggak atau penentu era depan bangsa. Oleh alasannya itu,
dilema krisis akhlak harus segera diselesaikan dan dicegah sedini
mungkin salah satunya dengan pendidikan abjad.<BR><BR><B> Apa yang
kita maksud dengan agama Buddha? </B><BR> Moralitas adalah suatu
bentuk tindakan nyata yang berasal dari diri manusia dalam melakukan
tahapan sosialisasi dan hubungan dengan orang lain sesuai dengan
budaya dan nilai-nilai yang mengatur penduduk. Moralitas juga erat
kaitannya dengan nilai dan norma agama. <BR><BR> Moralitas sangat
penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, tanpa adab negara
dapat hancur karena korupsi, penggelapan, pembunuhan dan kejahatan
lainnya. Beberapa faktor menjadi akar dari krisis karakter generasi
muda saat ini. Berikut penjelasannya: <BR><BR><B> Faktor penyebab
terjadinya krisis moral generasi muda: </B><BR> <UL> <LI> Teknologi
canggih </LI> <LI> Hilangnya nilai-nilai agama dan keimanan. </LI>
<LI>Pengaruh lingkungan dan kebudayaan asing </LI> <LI>Tidak ada rasa
kejujuran </LI> <LI>Tidak ada rasa tanggung jawab </LI> <LI>Tidak
mempunyai aliran akan kurun depan </LI> <LI>Rendahya disiplin diri
</LI></UL> Setelah mengetahui berbagai aspek yang menyebabkan
terjadinya krisis karakter generasi muda sebelumnya, salah satu solusi
yang dapat diterapkan adalah dengan menerapkan pendidikan berbasis
huruf, khususnya bagi anak-anak sejak usia dini. <BR><BR> Literasi
adalah pendidikan <B> konsep adab, perilaku moral dan perilaku
karakter </B> . Berdasarkan ketiga konsepsi tersebut, pendidikan
huruf memahami bahwa abjad yang baik dapat diperoleh dan dipertahankan
dari pengetahuan tentang kebaikan, keinginan untuk berbuat baik, dan
pelaksanaan perbuatan baik. <BR><BR><B> Mengatasi Krisis Moral
Generasi Muda dengan Pendidikan Karakter </B><BR> <DIV class=separator
style="TEXT-ALIGN: center; CLEAR: both"><IMG title="Cara Mengatasi
Krisis Moral Generasi Muda dengan Pendidikan Karakter" border=0
alt="Cara Mengatasi Krisis Moral Generasi Muda Indonesia dengan
Pendidikan Karakter Cara Mengatasi Krisis Moral Generasi Muda dengan
Pendidikan Karakter"
src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2B8Bg81HDmG8kHHejF2F6gfGbbf15I2anhE1UKCgzqv8u6xF5ZjSXpUoi6nrdY2lysOgfmj8wKDHYjxRiPDDxynHLe1p8KdWSV_YrD-emT3J_ucUC1BfudmiTnATFiCrLcTe6ygBmqKA/s400/cara-mengatasi-krisis-moral-generasi-muda-indonesia-dengan-penerapan-pendidikan-karakter.jpg"
width=400 height=317 data-original-width="375"
data-original-height="298"></DIV> Dalam melaksanakan literasi tentunya
tidak lepas dari peran orang tua, pendidik/guru, masyarakat/lingkungan
dan pemerintah, sehingga ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan.
Apa pun? <BR><BR><B> 1. Aspek pendidikan orang tua </B><BR><BR> Orang
tua berperan penting dalam mendidik dan membimbing anak untuk memenuhi
keinginan dan keinginannya, untuk itu pendidikan alfabetis harus terus
ditanamkan, memberikan pemahaman kepada anak tentang nilai-nilai moral
sesuai dengan budaya bangsa seperti agama, jujur, toleransi,
disiplin, kerja keras. , inovatif, cinta tanah air, sadar lingkungan,
sosial dan bertanggung jawab. <BR><BR> Artikel terkait: 5 Nilai Inti
Karakter dalam Penguatan Pendidikan Karakter <BR><BR> Untuk itu
komunikasi yang baik harus terjalin, disamping pengawasan orang tua
harus selalu dilakukan, tetapi jangan sampai anak merasa kehilangan
privasi. <BR><BR> Pengawasan berarti memperhatikan dan menganalisis
perilaku anak, jika dirasa ada yang menyimpang dari perilaku anak,
maka tugas orang tua adalah mengingatkan dan mengarahkan anak sebelum
terlambat. <BR><BR> Selain itu, mengamati lingkungan sosial anak
sangat penting untuk menjadi perhatian orang tua, karena perkembangan
anak juga dipengaruhi oleh lingkungan dan pemilihan teman bergaul yang
baik. Yang paling mendasar dan penting adalah melatih pemahaman agama
untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan anak. <BR><BR><B> 2. Aspek
pendidikan (sekolah) </B><BR><BR> Sekolah menjadi sarana dan fasilitas
pendidikan yang sangat penting setelah peran orang tua sebagai guru.
Sekolah merupakan tempat untuk memperluas wawasan dan ilmu pengetahuan
dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga tugas pendidik sangat penting
untuk membuat peserta didik memahami pentingnya menggunakan ilmu
pengetahuan dan teknologi dengan benar. <BR><BR>Selain itu menerapkan
pendidikan abjad juga mampu dilaksanakan lewat metode pendidikan
terpadu di dalam kelas pada setiap mata pelajaran yang diajarkan,
artinya proses belajar mengajar tidak hanya dikerjakan melalui satu
arah sebatas guru terhadap murid, namun proses mencar ilmu yang turut
serta melibatkan murid dalam menuntaskan perkara atau duduk perkara,
dengan kata lain terjadi interaksi dua arah yang saling mensugesti
antara murid dan guru.<BR><BR> Hal ini berarti siswa dapat memiliki
pemahaman yang baik tentang apa yang dimaksud dengan literasi.
Penerapan kurikulum terpadu mengajak penerimanya untuk turut serta
memahami model pendidikan yang baik dan diajak untuk membimbing
tindakan. <BR><BR><B>3. Aspek Regulasi Pemerintah dan Hukum
</B><BR><B><BR></B> Akan sulit untuk berhasil mengatasi krisis moral
generasi muda tanpa tugas pemerintah untuk menegakkan hukum dan
melaksanakan program pendidikan yang baik. <BR><BR> Peran pemerintah
yang dimaksud adalah terus menerus memperbaiki kurikulum dan yang
lebih penting lagi adalah pemerataan pendidikan di seluruh tanah air.
<BR><BR>Dari sisi aspek aturan, pemerintah juga mesti turun tangan
dalam penegakan aturan mirip kasus k0rupsi, suap, dan tindak
kejahatan kr*iminal yang lain. Pemberian hukuman yang tegas dalam
menanggulangi setiap masalah tanpa memandang status, jabatan mesti
dilakukan pemerintah.<BR><BR> Tentu tidak mudah, untuk itu diperlukan
kesepakatan dan sanksi tegas dari pemerintah untuk menegakkan hukum
antar aparatur negara, misalnya dengan mencabut status jabatan atau
menjatuhkan sanksi yang berat. <BR><BR> Hal ini penting sebagai
pencegah mengingat semakin maraknya kerusuhan, konspirasi dan
nepotisme yang dapat menjadi contoh buruk bagi masyarakat dan turut
mempengaruhi karakter generasi muda dalam visi bangsanya. <BR><BR><B>
4. Menanamkan nilai moral dan agama </B><BR><B><BR></B> Dalam hal ini
diperlukan kerjasama semua pihak, orang tua, pendidik, pemerintah dan
semua sektor kependudukan untuk turut berkomitmen membudayakan adat
istiadat bangsa berdasarkan Pancasila untuk menciptakan kerukunan
hidup dan lingkungan beragama yang sesuai dengan karakter bangsa.
bangsa. <BR><BR>Setelah membahas beberapa penyelesaian dalam
memperbaiki akhlak generasi bangsa dengan pendidikan karakter, berikut
kami kupas juga terkait apa saja indikator kesuksesan dalam penerapan
pendidikan abjad. Nah berikut diantaranya:<BR> <UL> <LI> Generasi muda
dapat memahami kelemahan dan kelebihannya sebagai anugerah Tuhan yang
patut disyukuri. </LI> <LI>Adanya perilaku percaya diri </LI>
<LI>Menurunnya pelanggaran terhadap hukum sosial yang berlaku di
masyarakat </LI> <LI> Generasi muda mampu melahirkan fatwa yang logis
dan kreatif. </LI> <LI>Mampu memberikan kemandirian sesuai kesanggupan
yang dimiliki </LI> <LI>Mampu menunjukkan cara komunikasi yang bagus
dan santun </LI> <LI>Mampu menunjukkan rasa menghargai hak dan
kewajiban dalam bergaul di masyarakat </LI> <LI> Mampu menunjukkan
keterampilan mendengarkan dan kemampuan membaca, menulis, dan
berbicara </LI> <LI>Dan yang lebih penting diatas semuanya adalah
bagaimana pendidikan generasi muda mampu sejalan dengan impian
pendidikan Indonesia </LI></UL> Demikian pendapat yang dapat kami
sampaikan <B> bagaimana menghadapi krisis kebiasaan literasi generasi
muda. </B> Semoga bisa menjadi referensi yang bermanfaat. <BR>
Comments
Post a Comment